Ilustrasi - kendaraan mulai melintas di jalinsum pasca pemblokiran oleh warga setempat (FOTO ANTARA)
....Jalan sudah dibuka kembali setelah ada kesepakatan dengan warga untuk menyelesaikan masalah ini dengan musyawarah....
Berita Terkait
Bengkulu (ANTARA Sumsel) - Arus tranportasi kendaraan barang dan penumpang umum melintasi jalur Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, dengan Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, Jumat berangsur normal setelah polisi berupaya menenangkan sejumlah warga yang melakukan pemblokiran.
Aksi pemblokiran jalan itu dilakukan warga Desa Blitar dan Sindang Kelingi, Kecamatan Binduriang, pascainsiden penembakan terhadap warga yang menyerang mobil patroli polisi.
"Jalan sudah dibuka kembali setelah ada kesepakatan dengan warga untuk menyelesaikan masalah ini dengan musyawarah," kata Kabid Humas Polda setempat AKBP Hery Wiyanto di Bengkulu, Jumat.
Ia mengatakan, suasana di wilayah itu berangsur kondusif dan jalan yang sempat ditutup sudah dibuka, dan dapat dilalui pengendara.
Meski jalur tersebut sudah dibuka, sebagian pengguna jalan masih memilih jalur alternatif lewat Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, tembus ke Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.
Sopir travel PO Bengkulu Wisata jurusan Bengkulu-Lubuklinggau, Roni mengatakan masih khawatir melintasi jalur itu sehingga memilih lewat Kepahiang.
"Lebih baik memutar lewat Kepahiang asal terjamin keamanannya, kami belum yakin lewat Curup," katanya.
Kapenrem 041 Garuda Emas Mayor Inf Onsonuni mengatakan suasana di wilayah perbatasan provinsi Bengkulu dengan Sumatera Selatan itu berangsur kondusif.
"Kami mendukung Polri dalam pengamanan di wilayah itu. Sampai saat ini situasi berangsur normal, Kapolres bersama Kodim Rejang Lebong terus mengupayakan dialog," katanya.
Penutupan jalan lintas Curup, Bengkulu, menuju Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, dipicu insiden pelemparan mobil patroli polisi yang tengah melintas di jalur itu pada Kamis (12/7) subuh.
Polisi melakukan pengejaran terhadap pelaku pelemparan mobil dan seorang di antaranya, EP (38) tewas tertembak.
Tidak terima dengan tindakan polisi, warga mulai memblokir jalan sejak Kamis (12/7) subuh pukul 4.00 WIB.
Hingga jalur itu dibuka, pengguna jalan sempat diarahkan mengambil jalur alternatif melintasi Kabupaten Kepahiang menuju Tebing Tinggi Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.(Ant)
Editor: Parni
COPYRIGHT © 2013
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasumsel.com