Malang (ANTARA Sumsel) - Sebagian sopir bus berbagai jurusan yang ngetem di Terminal Arjosari, Kota Malang, mengaku bahwa dirinya lebih senang ditilang karena pemilik bus akan segera mengganti sejumlah komponen kendaraan yang tidak layak lagi.

"Kami sudah seringkali melapor pada pemilik bus terkait komponen kendaraan, namun tidak pernah ditanggapi. Kalau ditilang begini kan menjadi perhatian dan segera diganti," tegas salah seorang sopir bus jurusan Malang-Surabaya, Agus disela-sela razia kelayakan kendaraan di Malang, Kamis.

Dengan ditilang, lanjutnya, dirinya memiliki bukti agar pemilik bus segera mengganti komponen kendaraan yang dinilai tidak laik (rusak) karena membahayakan keselamatan penumpang.

Sementara itu razia kelayakan kendaraan yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang dan kepolisian dengan melibatkan sekitar 100 petugas itu ditemukan ada sejumlah bus yang tidak laik jalan.

Kabid Pengendalian dan Ketertiban Dishub Kota Malang Fahmi Fauzan mengatakan, razia kelaikan kendaraan tersebut semata-mata demi kepentingan dan kenyamanan penumpang, sehingga angka kecelakaan bisa diminimalkan.

"Jangan sampai ada kelalaian sopir yang tidak melakukan pengecekan secara rutin terhadap komponen kendaraannya dan akhirnya mengakibatkan terjadinya kecelakaan," tegasnya.

 Ia mengemukakan, dari hasil pemantauan (razia) angkutan umum itu, banyak ditemukan bus yang tidak laik jalan karena kondisi ban kendaraan sudah halus (rusak), sehingga membahayakan keamanan penumpang.

Salah satu bus yang dinilai tidak laik jalan karena ban kendaraannya rusak adalah PO Akas jurusan Malang-Probolinggo. "Ini sangat membahayakan, apalagi untuk perjalanan jarak jauh," tegasnya.

Beberapa komponen kendaraan yang wajib dipenuhi dan dalam kondisi layak (bagus) di antaranya adalah ban, alat pemecah kaca, lampu kendaraan masih sempurna, serta tersedianya tabung pemadam kebakaran.

"Selain komponen fisik kendaraan, kami juga memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan maupun SIM sopir. Ini kami lakukan agar para penumpang (pemudik) merasa nyaman dan aman selama dalam perjalanan," tandasnya.

Sebelumnya )Rabu, 8/8) para sopir bus tersebut juga menjalani tes urine guna mengetahui apakah sopir bersangkutan menggunakan narkoba atau tidak, termasuk minuman keras.
(ANT/E009/Y008)

Editor: Awi
COPYRIGHT © 2013

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasumsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar