Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Pengawas Pemilu Sumatera Selatan akan memaksimalkan keberadaan Pengawas Pemilu Lapangan yang ada di tempat pemungutan suara guna mengatasi kekurangan tenaga di provinsi itu.

"Kami akan memaksimalkan keberadaan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) yang ada," kata Ketua Bawaslu Sumatera Selatan Andika Pranata Jaya ketika ditanya mengenai kekurangan tenaga Pengawas Pemilu Lapangan di Palembang, Kamis.

Menurut dia, PPL yang ada itu dibantu relawan pengawas Pemilu berasal dari masyarakat sekitar TPS yang bekerja tanpa dibayar.

Bawaslu hanya memiliki 9.966 orang PPL, sedangkan jumlah TPS sebanyak 17.906 yang tersebar di kabupaten dan kota di Sumsel.

Jadi, Sumsel masih membutuhkan sekitar 8.000 sampai 9.000 orang PPL, katanya.

Ia mengatakan dengan jumlah PPL yang ada itu berarti satu PPL bisa saja bertanggung jawab terhadap 2-3 TPS pada pemungutan suara 9 April.

Khusus untuk daerah-daerah tertentu yang dianggap rawan, pihaknya akan menempatkan satu PPL satu TPS, tuturnya.

Ia menyatakan kekurangan PPL di Sumsel itu sudah mereka sampaikan ke anggota Komisi II DPR RI saat berkunjung ke Sumsel ketika meninjau persiapan pelaksanaan pemilu 9 April di daerah ini.

"Kalau memungkinkan kita minta DPR RI menambah jumlah PPL, karena Sumsel masih butuh sekitar 8.000 sampai 9.000 orang PPL lagi, namun ini masih dalam proses dan bukan untuk Sumsel saja," katanya.

Editor: Parni
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasumsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar