Pencegahan kebakaran hutan harus jadi gerakan menyeluruh

id kebakaran hutan, Pengamat, lingkungan hidup, Berry Nahdian Furqon, Karhutla, pencegahan kebakaran hutan, lahan

Asap membumbung tinggi dari lahan yang terbakar . (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/Ang)

....Langkah antisipasitif tersebut harus diberi apresiasi dan pemerintah harus mendorongnya. Itu memang merupakan kewajiban dan semua perusahaan seharusnya melakukan hal yang sama....
Jakarta (Antarasumsel.com) - Pengamat lingkungan hidup Berry Nahdian Furqon menyatakan, upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)  yang dilakukan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Surya Panen Subur (SPS) semestinya menjadi gerakan yang  menyeluruh yakni semua perusahaan melakukan hal yang sama.

"Langkah antisipasitif tersebut harus diberi apresiasi dan pemerintah harus mendorongnya. Itu memang merupakan kewajiban dan semua perusahaan seharusnya melakukan hal yang sama," kata Berry di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, langkah-langkah preventif memang harus dilakukan, namun  agar upaya tersebut lebih efektif, maka harus menjadi sebuah sistem dalam perusahaan dan terintegrasi dengan masyarakat, pemerintah, aparat, dan pemangku kepentingan  lainnya.

Gerakan menyeluruh itu, lanjutnya, harus dikoordinasikan sehingga tidak parsial, dan bukan sekadar seremonial serta mengupayakan sistem tersebut bisa menjadi budaya perusahaan sehingga setiap karyawan akan memiliki kepedulian yang sama dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, bukan hanya petugas seperti Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD) yang memahami SOP tentang penanggulangan dalam kondisi darurat atau kebakaran, namun setiap karyawan juga memahami.

Dalam upaya pencegahan kebakaran lahan dan hutan serta mengantisipasi musim kemarau, PT SPS  yang berlokasi di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh tersebut melakukan berbagai langkah preventif di antaranya, apel siaga pencegahan kebakaran, melantik TKTD, hingga simulasi pencegahan kebakaran.

Presiden Direktur PT SPS Eddy Sutjahyo Busiri, mengatakan, selain untuk menjaga aset perusahaan, upaya pencegahan juga merupakan bentuk kepedulian perusahaan  terhadap lingkungan.

"Upaya pencegahan kebakaran jauh lebih efektif dibandingkan penanganan kebakaran. Itu sebabnya, kami menerapkan upaya pencegahan sejak dini." katanya.

Edy menegaskan, upaya tersebut, sudah dimulai sejak 'landclearing', termasuk saat membentuk blok-blok, parit, tanggul, dan embung.

Sampai sekarang, perusahaan juga menerapkan water management yang tertata, sehingga memudahkan pencarian sumber air untuk memadamkan api.

Perusahaan juga melengkapi diri dengan berbagai sarana dan prasarana pecegahan kebakaran, di antaranya, alat pemadam api ringan (APAR), hydrant, pompa pemadam kebakaran, kendaraan pemadam kebakaran, hingga pemadam kebakaran manual, seperti  pompa punggung dan peralatan tangan manual.  
Sementara untuk monitoring dan komunikasi, dilengkapi  dengan enam menara pantau, GPS, teropong binokular, dan alat komunikasi HT.

PT SPS, lanjut Edy,  selalu bersinergi dengan masyarakat dan pihak  terkait seperti  Polres Nagan Raya,Polsek Darul Makmur untuk melakukan sosialisasi di desa-desa sekitar perkebunan.

Selain itu, di berbagai desa tersebut, pihaknya  juga melakukan pemasangan spanduk peringatan tentang bahaya kebakaran.

"Bahkan, pelatihan penggunaan APAR juga diberikan kepada ibu-ibu di perumahan perkebunan dan pabrik, sehingga mereka juga bisa memadamkan api dengan segera," kata Eddy.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar