Layanan dokter tersedia di Puskesmas Pembantu

id dinkes, kadinkes kota palembang

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang (Ist/Antarasumsel.com/17)

Palembang (Antarasumsel.com) - Letizia awali karir kesehatan dengan mengabdi di daerah yang jauh dari perkotaan. Pada waktu itu ia bertugas di Puskesmas Buay Madang, Kurungan Nyawa pada ketika itu masih masuk kabupaten Ogan Komering Ulu kalau sekarang OKU Timur.
    
"Saya bertugas di Puskesmas itu pada tahun 1991 smapai tahun 1995," ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Letizia, Senin.

Ia mengatakan, di Puskesmas merawat pasien inap, karena memang jauh dari rumah sakit. Banyak sekali tantangan  ketika bertugas di sana karena belum ada listrik terpaksa pakai genset.

Sementara kalau di rumah pakai lampu minyak, jadi kalau bangun tidur hidung dan tangan hitam semua. Belum lagi jalanan yang rusak, kalau dulu daerah itu termsuk rawan, tuturnya.

Setelah bertugas di sana, kemudian dimutasi di Puskesmas di Kota Palembang yaitu Sabokinking dan Dempo pada tahun 1996 sampai 2001 baru setelah itu bertugas di Dinas Kesehatan Palembang dan sekarang dipercaya sebagai Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang.

"Jadi di Dinas Kesehatan Kota Palembang pernah menjabat Kasubbid Pelayanan Kesehatan kemudian Sekretaris dan sekarang pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan," kata Letizia kelahiran Kota Palembang 1964 tersebut.

Untuk sekarang ini pihaknya melaksanakan program kesehatan yang berasal dari pusat dan program Pemerintah Kota Palembang sendiri.

"Program kita promotif dan preventif dengan melakukan gerakan pendekatan keluarga secara langsung kepada masyarakat dengan harapan bisa menurunkan angka kematian ibu dan anak," papar ibu yang mempunyai tiga orang anak tersebut.

Pendekatan kepada masyarakat itu melalui petugas kesehatan yang ada di Puskesmas. Di Palembang sendiri terdapat 41 Puskesmas dan 70 Puskesmas Pembantu. Sementara itu ada dua Postu di daerah peairan yaitu Pulo Kerto Gandus dan Kertapati didekat masjid Ki Morogan.
    
"Sekarang kita maksimalkan pelayanan di Puskesmas di Kota Palembang karena sebagai rujukan dari BPJS Kesehatan, Jamsostek dan masyarakat umum," ujar Letizia lulusan Unsri tahun 1990 tersebut.

Menurut dia, layanan dokter saat ini dapat dijumpai di 70 Puskesmas Pembantu Kota Palembang, Sumatera Selatan, sehingga bisa memperluas akses masyarakat pada pelayanan kesehatan.

Sebelumnya, Wali Kota Harnojoyo seusai meresmikan Puskesmas Sako dan Puskesmas Multiwahana mengatakan, dengan hadirnya dokter di puskesmas pembantu maka apa yang selama ini menjadi keluhan masyarakat sudah mulai teratasi.

"Selama ini dokter hanya ada di Puskesmas utama yang jumlahnya hanya 41 unit di Palembang. Sementara di Puskesmas Pembantu tidak dijumpai dokter. Kini, bukan masalah lagi mendatangi puskesmas pembantu karena sudah ada dokternya," kata Harnojoyo.

Ia mengatakan, bukan hanya melayani kesehatan, puskesmas pembantu juga diharapkan membina masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan bersih.

Hal ini sejalan dengan program gotong-royong yang sudah diterapkan pemerintah kota sejak satu tahun terakhir ini.

"Dengan sistem pengelolaan keuangan mandiri ini membuat pusat pelayanan kesehatan masyarakat dapat lebih profesional," kata dia.

Ia berharap, dengan sejumlah fasilitas sarana dan prasarana dimiliki itu, warga tidak akan kesulitan lagi untuk mendapatkan layanan kesehatan di setiap Puskesmas ataupun Puskesmas pembantu.
Pewarta :
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar