Indonesia targetkan kurangi 70 persen sampah plastik

Pewarta : id sampah plastik, kurangi sampah plastik, plastik, sampah

Sampah botol plastik (ANTARA FOTO)

Nusa Dua, Bali (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Indonesia menargetkan untuk mengurangi 70 persen dari sekitar sembilan juta ton total sampah plastik selama setahun sebagai bentuk kontribusi menjaga kelestarian lingkungan.
        
"Di dalam 'medium plan' kami kurangi 70 persen sampah plastik," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya ditemui saat kampanye memerangi sampah plastik di laut di Pantai Samuh, Nusa Dua, Kabupaten Badun, Bali, serangkaian "World Ocean Summit", Kamis.
        
Menurut Siti, selama setahun diperkirakan jumlah total sampah mencapai sekitar 65 juta ton sampah di Indonesia, 14 persen atau sekitar sembilan juta ton di antaranya merupakan sampah plastik.
        
Pihaknya mendorong sinergi pemerintah daerah dan pusat untuk berkomitmen mewujudkan target tersebut mengingat bahaya pencemaran lingkungan yang ditimbulkan dari sampah plastik itu.
        
Siti mengungkapkan komunitas-komunitas tidak akan mampu bekerja optimal dalam memerangi sampah plastik apabila pemerintah daerah tidak bersungguh-sungguh mewujudkan komitmen itu begitu juga apabila pemerintah pusat tidak konsisten.
        
"Pemerintah daerah sulit kerja kalau pemerintah pusat tidak ada konsistensi, tidak ada pedoman-pedoman," ucapnya.
        
Sementara itu terkait uji coba pengenaan tarif penggunaan plastik yang sempat diberlakukan di sejumlah pusat perbelanjaan dan toko modern, saat ini pihak terkait masih melakukan pembahasan terkait keberlanjutan uji coba itu.
        
Siti menjelaskan dari segi jumlah, memang plastik dapat dikurangi secara signifikan namun aspirasi dari pedagang, industri dan ritel di Indonesia juga perlu didengar.
        
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam sejumlah diskusi yang dilakukan bersama pihak-pihak terkait, penggunaan plastik yang dapat terurai atau "degradeable plastic" menjadi alternatif yang dapat dipertimbangkan.  
   
Para pelaku usaha, lanjut Siti, juga memerlukan waktu menyangkut pengemasan apabila pembatasan penggunaan plastik diimplementasikan namun di sisi lain mereka melihat masih adanya peluang lain dengan mengolah kembali sampah plastik.
        
Begitu juga apabila penggunaan plastik dilarang total, Siti menyatakan bahwa secara psikologi sosial masyarakat terutama di pasar-pasar tradisional, kantong plastik masih digunakan.
        
"Jadi pemerintah harus menjadi simpul menegosiasikan pemikiran dan kami masih saat ini duduk bersama (diskusi)," katanya.
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar