Gubernur Jambi memberi bantuan korban banjir

Pewarta : id zumi zola, gubernur jambi, Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, terendam banjir, korban banjir, bantuan, gubernur jambi

Zumi Zola Zulkifli (ANTARA FOTO)

Jambi (Antarasumsel.com) - Gubernur Jambi Zumi Zola meninjau rumah milik warga yang terendam banjir di Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Minggu, dan memberikan bantuan secara simbolis kepada masyarakat di daerah itu.

Bantuan yang diberikan berupa beras sebanyak satu ton, lauk pauk  200 paket, selimut dan matras 180 helai, terpal 150 lembar, serta makanan siap saji.

Di posko banjir tampak bantuan pemerintah pusat melalu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Provinsi Jambi, maupun dari Pemerintah Kabupaten Batanghari.

Zola menyatakan di beberapa kabupaten dan kota di Jambi terjadi musibah banjir dan Pemerintah Provinsi Jambi telah memberikan berbagai bantuan dan menekankan agar seluruh korban banjir harus mendapatkan bantuan.

"Kalau masih kurang, tolong laporkan dan informasikan kepada kami. Jika provinsi kekurangan, saya yang akan minta kepada bu Menteri Sosial," kata Zola.

Zola mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar banjir cepat berlalu dan masyarakat terdampak banjir bisa kembali beraktivitas.

"Kita berdoa agar bencana ini bisa kita lewati. Kita berdoa dan berusaha kita mohon doa dari seluruh masyarakat Provinsi Jambi agar banjir ini bisa cepat dilalui, dan alhamdulillah di Batanghari saya mendapat laporan sudah mulai surut," katanya.

Dia menyebutkan bahwa ada program dari pemerintah pusat jika sawah petani gagal panen karena terendam banjir. Dimana akan diberikan bantuan Rp6 juta untuk satu hektare lahan sawah namun harus terdaftar dulu karena itu harus didata.

Menurut Zola, terjadinya banjir dipengaruhi oleh kondisi iklim secara global, kemaraunya lebih panjang daripada musim hujan. Musim hujan memang lebih pendek, tetapi debit airnya besar yang mengakibatkan terjadi banjir dan bukan hanya di Jambi, tetapi juga di provinsi-provinsi lainnya.

"Yang kedua, adanya daerah yang pasang surut. Yang ketiga harus kita kaji apakah ada kaitannya dengan aktivitas perusahaan-perusahaan perkebunan yang membuka lahan. Ini harus ada laporan dari kabupaten-kabupaten, kalau memang seperti itu harus kita tindaklanjuti," tegasnya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi menyatakan sebanyak 15.682 rumah warga di provinsi ini terendam banjir akibat meluapnya sungai-sungai di daerah tersebut. Sedangkan warga yang terdampak banjir sebanyak 50.714 jiwa.
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar