Perusahaan gipsum asal Prancis rambah Palembang

Pewarta : id gipsum, Asian Games, PT SGCP, Hartaman Budiono, jalan tol, hotel, rumah sakit, proyek infrastruktur

Direktur Marketing PT SGCP Won Siew Yee (kiri) dan Direktur PT SGCP Hartaman Budiono menunjukkan produk terbaru Gyproc pada konferensi pers di Palembang, Selasa (23/5). (Antarasumsel.com/Dolly/Ang/17)

Palembang (Antarasumsel.com) - Perusahaan gipsum asal Prancis, PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia merambah pasar Palembang karena meyakini bahwa kota ini akan tumbuh pesat perekonomiannya sejalan dengan peran menjadi tuan rumah Asian Games tahun 2018.

Manajer Direktur PT SGCP, Hartaman Budiono di Palembang, Selasa, mengatakan, pasar Palembang sangat menjanjikan karena di kota ini sedang membangun sejumlah proyek infrastruktur seperti Light Rail Transit (LRT), jalan tol, hotel, rumah sakit dan lainnya.

"Proyek besar lainnya juga sedang dikerjakan seperti Sirkuit MotoGP, Wisma Atlet, tentunya hal ini menjadi daya tarik bagi kami untuk masuk ke Palembang," kata Hartaman.

Dengan maraknya pembangunan itu tentunya dibutuhkan material yang efisien. Perusahaan kemudian menyambut ini sebagai peluang karena produk yang dihasilkan memiliki teknologi drywall system dari Gyproc.

Inovasi bercita rasa internasional yang mengganti dinding konvensional dengan gipsum dipandang sebagai salah satu strategi untuk merebut hati pasar.

Pada umumnya, gipsum di Indonesia dipakai untuk flapon bagian atas bangunan. Namun saat ini gipsum bisa juga dipakai untuk dinding dengan drywall system atau sistem dinding kering.

"Cara mengaplikasiannya pun terbilang mudah yakni dijadikan partisi dalam ruangan sehingga dapat mempercepat kontruksi hingga 30 persen," kata dia.

Untuk mengoptimalkan penjualan produk, Direktur Marketing PT SGCP, Won Siew Yee mengatakan Gyproc juga telah meluncurkan inovasi baru yang tak kalah baik yakni Habito. Produk ini tak berapa lama lagi akan dijumpai di pasaran seperti halnya produk Gyproc lainnya.

Dengan kualitas produk berstandar internasional, perusahan optimistis tumbuh di kisaran 5-10 persen. Apalagi sejak perusahaan memiliki pabrik sendiri di Indonesia mampu memproduksi gipsum 35 juta meter persegi/tahun.

"Ke depan seiring dengan kemajuan kota, kami optimistis bahwa serapan pasar terhadap produk gipsum akan semakin meningkat," kata dia.
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar