Harga daging sapi Rp150.000/kg

Pewarta : id daging, harga daging sapi, pedagang, pemotongan hewan, pasokan daging

Penjual memotong daging sapi dagangannya di Pasar Cinde Palembang, Sumsel (Antarasumsel.com/Feny Selly)

Palembang (Antarasumsel.com) - Harga daging sapi segar di sejumlah pasar tradisional Palembang, Rabu atau empat hari menjelang Lebaran mencapai Rp145.000/kg---Rp150.000/kg, naik dibandingkan beberapa hari sebelumnya kisaran Rp135 ribu per kg.

Kenaikan ini sudah diperkirakan pedagang daging sapi karena lumrah terjadi di setiap menjelang Lebaran.

Taufik, pedagang daging sapi di Pasar Perumnas Palembang, mengatakan sejak sepekan terakhir terjadi pergerakan harga yang cukup signifikan.

"Awal Ramadhan masih bertahan di harga Rp120.000/kg, tapi sejak tiga hari lalu sudah tembus Rp135.000/kg, kemudian naik lagi hingga Rp145 ribu dan sekarang jadi Rp150 ribu per kg," kata dia.

Kenaikan harga ini juga selaras dengan peningkatan permintaan.

Taufik mengatakan, ia sejak dua hari terakhir menjual 150 kg daging sapi per hari.

"Bahkan hari ini, saya jual di pagi dan sore hari, biasanya hanya pagi saja. Ini semua karena banyak langganan yang minta takut harga naik lagi seperti tahun lalu tembus Rp180.000/kg," kata Taufik.

Sofian, pedagang daging di Pasar Lemabang mengatakan mengalami kenaikan omset hingga 40 persen dari biasanya.

"Banyak ibu yang sudah beli dari empat hari menjelang lebaran (H-4), karena takut harga daging sapi bakal naik lagi. Perkiraan saja, jika banyak begini terus bisa tembus Rp180.000/kg," kata dia.

Terkait dengan kenaikan harga daging sapi segar ini, Kepala Bulog Divre Sumsel dan Babel, Bakhtiar AS menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi daging beku impor dari India.

Bulog telah bekerja sama dengan sejumlah mitra yakni Toko Tani Indonesia, Rumah Pangan Kita, dan Hypermart untuk menjual daging tersebut. Setidaknya 14 ton daging kerbau asal India tersebut sudah dijual di pasaran.

"Daging beku ini sama enaknya dengan daging segar (bakalan). Masyarakat hanya belum terbiasa saja," kata dia.
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar