Menpar targetkan Banyuwangi jadi tujuan wisata dunia

Pewarta : id Arief Yahya, banyuwangi, kunjungan wisatawan, Menteri Pariwisata

Menteri Pariwisata Arief Yahya. (ANTARA FOTO/Akso)

Banyuwangi (Antarasumsel.com) - Menteri Pariwisata Arief Yahya menargetkan Kabupaten Banyuwangi menjadi tujuan wisata dunia karena kabupaten di ujung timur Pulau Jawa itu telah memiliki daya dukung pariwisata yang memadai.

"Untuk Banyuwangi, kami akan terus dorong agar pada 2019 bisa menjadi tujuan wisata dunia," katanya saat meresmikan eL Royale Hotel & Resort Banyuwangi yang merupakan hotel bintang empat di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu.

Ia mengatakan Banyuwangi memiliki banyak potensi untuk menjadi daerah tujuan wisata dunia, salah satunya Kawah Ijen yang terkenal dengan "blue fire" yang merupakan destinasi favorit wisatawan mancanegara dan hanya ada dua di dunia.

"Karena itu api biru Kawah Ijen harus dipercantik dan dibenahi. Apalagi dalam waktu dekat ini telah ada investor yang berinvestasi membangun 'cable car' di Kawah Ijen," tutur Arief.

Menurutnya "cable car" akan menjadi daya tarik tersendiri bagi Banyuwangi untuk menarik wisatawan, sehingga Banyuwangi akan menjadi destinasi wisata pertama kelas dunia di Indonesia.
     
"Cable car sedang proses perizinan di pemerintah pusat. Selain itu, kini marina terintegrasi pertama di Indonesia sedang dibangun di Pantai Boom Banyuwangi dan diharapkan rampung semuanya pada akhir 2018," katanya.

Aksesibilitas ke Banyuwangi juga cukup memadai dengan penerbangan langsung Jakarta-Banyuwangi yang dilayani setiap hari oleh maskapai dan dalam waktu dekat, maskapai Garuda juga akan membuka rute yang sama.  

"Tahun 2019, kami targetkan Bandara Blimbingsari menjadi bandara internasional karena ini syarat menjadi wisata dunia, mau tidak mau Bandara Blimbingsari Banyuwangi harus menjadi Bandara Internasional," ujar Arief.

Ia menuturkan bagi wisatawan mancanegara, waktu sangat penting dan pembangunan tol Surabaya-Banyuwangi akan mempersingkat perjalanan dari Surabaya menuju ke kota berjuluk "Sunrise of Java" itu.

"Banyuwangi terus membenahi sisi amenitasnya, seperti tumbuhnya investasi sejumlah hotel berbintang di Banyuwangi. Kalau sudah ada hotel bintang 4, ini akan menjadi 'turning point' pariwisata Banyuwangi," ujar Menpar.

Ia meminta Banyuwangi mulai serius menggarap wisata MICE (meetings, incentives, conference, exhibitions) untuk mendorong pariwisata, apalagi hotel jaringan El Group yang baru saja diresmikan itu memiliki ballroom yang dapat menampung 1.300 orang.

Sementara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi pembangunan hotel yang mengadopsi konten lokal dalam desain eksterior maupun interiornya, termasuk pegawai hotel yang 90 merupakan putra asli daerah.

"Banyuwangi boleh terus berkembang tapi kami titipkan supaya arsitektur dan budaya lokal terus dipertahankan. Kami juga berterima kasih atas komitmen investor yang memberdayakan putra Banyuwangi dalam pengelolaan hotel," tuturnya.
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar