MUI ajak umat takbir keliling

Pewarta : id Majelis Ulama Indonesia, takbir keliling, umat Islam, Idul Fitri, malam takbiran

Dok.saat pawai takbiran di halaman kantor Gubernur Sumatera Barat, di Padang, Selasa (5/7/2016). Warga dari 11 kecamatan di kota itu mengikuti pawai takbiran menyambut Idul Fitri 1437 Hijriah yang dihadiri Presiden Joko Widodo. (ANTARA FOTO/Iggoy el

Jakarta (Antarasumsel.com) - Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Sholeh meminta umat Islam menyemarakkan malam sebelum Idul Fitri dengan berbagai kegiatan positif seperti takbir keliling.

"Takbir di malam Idul Fitri hukumnya sunah bagi setiap Muslim. Takbir dapat dilaksanakan dengan sendiri atau berjamaah, dapat dilaksanakan di rumah, masjid, mushala, juga di jalan," kata Niam di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan takbir bisa juga dilaksanakan dengan duduk berdiam diri, jalan atau dengan berkendara, baik darat, laut maupun udara.

Untuk itu, Niam mengimbau kepada seluruh umat Islam untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan syiar kumandang takbir, tahmid dan tahlil di manapun berada. Umat Islam agar saat malam takbir turut menyemarakkan masjid, mushalla, rumah, jalanan, lingkungan dan di seluruh negeri dengan semarak syiar takbir memuji asma Allah.

"Syiar takbir yang menggema di seluruh negeri diharapkan dapat menjadi penyebab diturunkannya rahmat Allah sehingga negeri ini dikaruniai kedamaian, keamanan dan kesejahteraan," kata dia.

Menurut dia, takbir keliling merupakan sarana syiar yang merupakan wujud kearifan lokal khas Indonesia. Bagi umat Islam yang melaksanakan takbir keliling perlu menjaga ketertiban umum. Harus dilakukan koordinasi dengan pengurus masjid, pengurus lingkungan, dinas lalu lintas dan aparat keamanan.

Bagi aparat keamanan, kata dia, perlu menjamin ketertiban dan keamanan pelaksanaan ibadah, termasuk kegiatan umat Islam yang menghidupkan malam Idul Fitri dengan takbir keliling. Tidak boleh ada yang menghalangi kegiatan syiar Idul Fitri dengan dalih apapun.

Niam berpesan agar umat Islam meneguhkan Idul Fitri sebagai momentum untuk menguatkan tali silaturrahim mulai dari keluarga dekat, keluarga jauh, tetangga hingga sesama anak bangsa.  Idul Fitri perlu dijadikan sarana untuk meneguhkan kohesi nasional dan semangat rekonsiliasi untuk mewujudkan persatuan Indonesia.

"Idul Fitri mewujudkan persatuan Indonesia dalam bingkai ketuhanan yang maha esa," kata dia.
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar