Presiden puji anak muda kembangkan "brand" lokal

Pewarta : id jokowi, kopi lokal, anak muda kreatif, produk lokal, kopi, bandara wiriadinata, Bey Machmudin, Andanu Prasetyo

Joko Widodo (ANTARA)

Jakarta (Antarasumsel.com) - Presiden Joko Widodo memuji anak muda yang memiliki usaha yang mengedepankan produk lokal.

"Saya sangat mengapresiasi ini 'brand' lokal, 'brand' tradisional yang sukses ciptaannya anak-anak muda, untuk mengembangkan 'brand-brand' lokal, 'brand_ tradisional'," kata Presiden saat bersama keluarga singgah di kedai kopi yang berada di Jl Cipete Raya, Jakarta, Minggu.

Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin dalam rilisnya mengungkapkan, Presiden memuji kedai yang dimiliki Andanu Prasetyo atau yang sering dipanggil Tyo karena semua biji kopi yang digunakan dalam proses kopi tersebut berasal dari dalam negeri.

Jokowi bersama keluarga  Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama kedua putra putrinya, Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep tiba di kedai kopi milik Tyo ini pukul 11.30 WIB.

Presiden bersama keluarga yang disambut langsung pemilik kedai kopi ini  berada di warung kopi tersebut selama hampir 30 menit.

Saat mengantri, Presiden menanyakan kopi yang paling enak kepada kasir kedai kopi tersebut.

"Kopi apa yang paling enak?" tanya Presiden.

"Kopi susu tetangga" adalah minuman yang direkomendasikan Tyo.

Presiden bersama Ibu Iriana memilih tempat di pojok kedai kopi tersebut untuk berbincang-bincang dengan Tyo.

"Dulu jenis kopi tidak sebanyak sekarang, hanya kopi hitam saja," ucap Ibu Iriana.

Sekira pukul 12.00, Presiden bersama keluarga meninggalkan kedai kopi tersebut untuk melanjutkan perjalanan menuju sebuah rumah makan di kawasan Sunter.

Setelah makan siang bersama keluarga, Presiden membeli makanan khas Betawi kerak telor di kawasan Kemayoran.

Presiden membeli dua kerak telor senilai Rp50.000.

Di kedua tempat itu, baik di kedai kopi dan saat membeli kerak telor, Presiden menyapa dan berswafoto dengan masyarakat.
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar