Presiden: Lomba masak angkat masakan kekayaan laut

id masak, ikan, presiden, jokowi, lomba, peserta

Ilustrasi - masakan berbaham ikan. (Ist) (Ist)

Jakarta (ANTARA Sumsel) - Presiden Joko Widodo berharap penyelenggaraan "Lomba Masak Ikan Nusantara 2017" dapat mengangkat berbagai masakan dan memunculkan berbagai resep yang berkaitan dengan sumber kekayaan alam dari laut.

"Resep-resep ini didorong untuk mengeluarkan jurusnya agar masakan yang berkaitana dengan sumber kekayaan alam kelautan ini diangkat. Tidak kerangnya saja, tidak ikannya saja, tidak cumi saja, tigak kepeting saja, diangkat semua," kata Presiden saat meninjau dan mencicipi masakan berbagai olehan ikan dari pemanang dan finalis lomba masak Ikan Nusantara 2017 di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, selasa.

Jokowi juga mengungkapkan bahwa ikan itu memiliki gizi sehingga perlu didorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi masakan laut ini.

"Apalagi potensi ikan kita melimpah, sehingga perlu sekali lagi dilompatkan konsumsi naik secara signifikan. Jadi kita harapkan dengan konsumsi ikan semakin banyak, maka larinya ke gizi masyarakat akan semakin baik," kata Presiden.

Jokowi berharap lomba masak ikan ini untuk membangkitkan dan menyadarkan kembali masyarakat bahwa potensi ikan di dalam negeri sangat besar.

"Apalagi setelah 'illegal fishing' dikejar-kejar oleh Bu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti) potensi ikan jadi banyak, untuk apa, untuk di konsumsi sendiri sebanyak-banyaknya," tuturnya.

Presiden juga berharap lomba masak ikan nusantara ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai macam-macam cara memasak ikan dan berbagai jenia ikan lainnya, seperti cumi, kerang maupun kepeting.

"Semuanya dikenalkan kepada masyarakat, jangan larinya ke daging, steak, padahal ikan ada dan lebih murah. lebihbergizi," ujarnya.

Presiden juga berharap lomba masak ini masyarakat hanya kenal bahwa masak ikan itu hanya digoreng atau dibakar saja, tetapi bisa dibuat macam-macam.

"Jangan hanya digoreng, dibakar. macam-macamm tadi. Saya coba botok ikan, ada yang cumi-cumi tahu, cendol ikan, burger ikan, macam-macam, banyak sekali," imbuhnya.

Presiden berharap jika setiap kota, daerah memiliki dan memperkenalkan resep ikan diharapkan konsumsi ikan dimasyarakat akan meningkat.

"Kalau nanti di setiap kota melakukan ini, memperkenalkan pada masyarakat," ujar Presiden, berharap.    

Lomba Masak Ikan Nusantara ini diselenggarakan dalam rangka 72 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tujuan untuk menjaring partisipasi masyarakat dalam kampanye makan ikan.

Lomba masak ini diselenggarakan di lima kota, yakni Batam, Gorontalo, Biak, Jakarta dan Pontianak yang dilaksanakan sepanjang bulan Juli 2017.

Dari lima kota ini telah menjaring 10 finalis yang dibawa ke Jakarta untuk final lomba di Taste of Indonesia, Jakarta Selatan pada 11 Agustus 2017.

Dalam lomba ini keluar sebagai juara satu adalah Abdul Kadir dari Pontianak yang memasak ikan dengan menu Botok Ikan Masak Putih.

Sedangkan juara dua diraih oleh Ruben Jeremia dari Jakarta yang memasak Gabus Pucung Sambal Pete dan juara ketiga adalah Narti Buo pemilik warung makan dari Gorontalo yang memasak menu ikan santan goroho.

Sementara tujuh sisanya yang masuk finalis adalah Anita Attu dari Gorontalo yang memasak ikan santan goroho, Endang SN dari Batam membuat es cendol dari ikan (Es Datin), Mathelda F Maryen dari Biak yang memasak kerang tumis labu kuning.

Selanjutnya Non Lahibu dari Gorontalo yang memasak woku ikan gabus bumbu kuning, Sri Ekowati dari Batam yang memasak lontong singkong tongkol, Sri Sudaryani dari Batam yang memasak lawar cumi dan Syamsudin dari Pontianak dengan memasak ikan saos kribang daun kesum tabor serundeng.

Acara ini diselenggarakan oleh sekretaris negara, Kementerian Kesehatan, kementerian Kelautan dan perikanan, Kantor Staf Presiden, Kementerian Pariwisata bekerjasama dengan Femina Grup (Primarasa.co.id) dan Masak.tv.
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar