BUMN penerima PMN terkendala proyek jangka panjang

id BUMN, pmn, proyek, kementerian bumn

Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) mendengarkan penjelasan Direktur PT Waskita Karya (Persero) Tbk Bambang Rianto (kiri) saat meninjau pembangunan stasiun kereta ringan Light Rail Transit (LRT) di Stasiun Jakabaring, Palembang, Jumat (4/8).(ANTARA Su

Jakarta  (ANTARA Sumsel) - Kementerian BUMN mengatakan rugi usaha yang dialami tujuh perusahaan milik negara penerima Penyertaan Modal Negara (PMN) lebih karena berbagai kendala dalam penggunaan dana yang dialokasikan untuk program-program jangka panjang (multiyears).

"Bener ada tujuh BUMN yang masih rugi tahun buku 2016. Suntikan modal tidak langsung berdampak pada laba usaha tahun berjalan, namun diharapkan bisa 2-3 tahun berikutnya," kata Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa.

Pada tahun anggaran 2015, Pemerintah memberikan suntikan modal sebesar Rp41,165 triliun kepada 35 BUMN. Selanjutnya pada tahun anggaran PMN dialokasikan sebesar Rp41,81 triliun.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyoroti pemberian PMN tersebut, terutama kepada 6 BUMN penerima yang ternyata mengalami kerugian.

Namun, Aloysius mengatakan dari 41 BUMN penerima PMN tahun 2015-2016 sebanyak 75 persen membukukan laba bersih, 4 BUMN mampu menurunkan rugi bersih yaitu PT Krakatau Steel, PT Sang Hyang Seri, PT Dok Kodja Bahari dan PT Djakarta Lloyd.

Sedangkan tujuh BUMN yang mengalami rugi yaitu PT Dok Perkapalan Surabaya, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, PTPN III, PTPN VII, PTPN IX, PTPN X.

"Total kerugian pada tujuh BUMN ini mencapai Rp5,5 triliun, ujarnya.

Ia menjelaskan, belum maksimalnya dampak pemberian PMN kepada sejumlah BUMN tahun anggaran 2015 tersebut karena beberapa hal antara lain penyiapan pelaksanaan proyek memerlukan waktu lama dan bersifat tahun jamak, khususnya proyek infrastruktur yaitu PT Waskita Karya, PT Hutama Karya, PT PAL, PT Antam dan PT Pelindo IV.

Pengadaan tender pengadaan barang yang mempunyai spesifikasi khusus dna adany kenaikan harga yang signifikan, serta proses pembebasan lahan yang cukup kompleks, dan termasuk adanya beberapa BUMN yang mengajuka perubahan peruntukan PMN.

Sementara kendapa yang dihadapi BUMN penerim PMN 2016 yaitu, pencairan dilakukan pada akhir bulan Desember 2016 yaitu kepada Jasa Marga, PT PP, PT Wijaya Karya, dan PT Krakatau Steel.

Selanjutnya proses perijinan dan pemilihan mitra strategis untuk pembangunan proyek cukup lama, dan beberapa proyek merupakan pekerjaan yang bersifat multiyears.

Pada kesempatan itu Aloysius juga menambahkan bahwa sesungguhnya pemberian PMN tersebut dapat menangkat kinerja keuangan perusahaan asalkan dikelola dengna baik dan sesuai dengan rencana bisnis.

"Diharapkan setelah proyek-proyek yang sedang dikerjakan selesai, diharapkan penerima PMN tersebut sudah mampu mencetak keuntungan. Investasi semuanya diarahkan di sektor riil yan menghasilkan keuntungan pad tahun-tahun berikutnya," tegas Aloysius.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar