Umroh gratis petugas kebersihan OKU dibatalkan

Pewarta : id petugas kebersihan, umroh, batalkan umroh, dinas kebersihan, ogan komering ilir,

Dokuemtasi - Seorang petugas kebersihan tengah menyapu pinggiran fly over simpang Polda Palembang, Rabu (28/11). (FOTO ANTARA Sumsel/Feny Selly)

Baturaja  (ANTARA Sumsel) - Dinas Kebersihan Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan membatalkan program umroh gratis bagi sembilan orang petugas kebersihan di daerah itu, karena pihak pemenang tender memutuskan kontrak.

Perubahan nomenklatur dari semula Dinas Kebersihan dan Keindahan OKU menjadi Dinas Lingkungan Hidup, maka program umroh gratis petugas kebersihan juga harus dibatalkan, karena kontrak pihak ketiga otomatis berakhir,  kata mantan Kadis Kebersihan dan Keindahan OKU yang sekarang menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKU, Selamet Riyadi saat dikonfirmasi, Kamis.

Ia menjelaskan, pembatalan program umroh gratis atau penghargaan kepada petugas kebersihan tersebut disebabkan karena ketidakprofesionalan pihak rekanan yang memenangkan tender.

Dalam hal ini PT Kafilah Suci Wisata dalam menangani permasalahan keuangan sehingga menyebabkan dinas terkait membatalkan kegiatan.

Pimpinan PT Kafilah Wisata Baturaja kemungkinan menilai lebih baik dibatalkan, selanjutnya direncanakan akan dianggarkan ulang, namun juga akan terjadi pemotongan anggaran.

Program umroh gratis ini diperuntukkan bagi sembilan petugas kebersihan, namun sayangnya pada kenyataannya gagal untuk direalisasikan walaupun sudah berjalan sesuai tahapan-tahapan, mulai dari proses tender hingga penanda tanganan kontrak.

Menurut dia, paket umroh bagi petugas kebersihan dengan nilai kontrak total Rp277,200 juta Dinas Kebersihan dan Keindahan Kabupaten OKU Tahun Anggaran 2016  batal terlaksana di tahun 2017.

Sehingga menimbulkan tanda tanya besar masyarakat terkait sebab tidak terlaksananya program umroh gratis itu.

"Kalau kita selaku elemen masyarakat sifatnya hanya menanyakan saja kenapa paket umroh petugas kebersihan itu sampai gagal dilaksanakan, padahal sudah melalui proses tender," ungkap Taan.

Sebab, kata dia , paket umroh gratis yang diperuntukkan bagi petugas kebersihan itu terkesan ada kejanggalan, dari proses awal tender sampai dengan pemenang tender hingga sampai gagal.

"Saya tahu persis dari awal karena saya selalu monitor kegiatan umroh ini, ternyata memang ada masalah sampai batal berangkat," ujarnya.


Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar